Menjaga Kualitas Produk Untuk Memastikan Pertumbuhan Bisnis

Menjaga Kualitas Produk

Menjaga Kualitas Produk

Pernahkah kita mendapatkan komplain dari konsumen kita karena kualitas produk tidak sesuai harapan setelah melakukan “repeat buying”? kalo pernah kita ternyata telah lupa untuk melakukan manajemen produk kita sendiri.

Pada awal mula membangun bisnis, kita dihadapkan dengan masalah pemilihan produk dan bagaimana produk tersebut berkualitas, namun seiring waktu, permintaan konsumen akan meningkat, sehingga banyak dari kita tidak memperhatikan lebih ke kualitas produk kita, masalah produk dan penjualan memang masalah yang kompleks, kami ingin berbagi pengalaman tentang kualitas produk.

Orientasi Dalam Berbisnis

Kalo dipikir, kita perlu orientasi agar kualitas dan bisnis kita berkembang, selangkah saja kita keluar dari orientasi kita, maka hasil yang didapat juga akan berbeda, banyak dari pembisnis tidak memikirkan orientasi lain selain mendapatkan untung, walaupun kita tahu itu adalah orientasi kita dalam berbisnis namun, sejatinya ada orientasi lain yang harus kita pergunakan.

Orientasi sosial, sebagai tambahan orientasi kita dalam berbisnis, memiliki tujuan untuk mengenalkan masyarakat terhadap manfaat produk kita, memberikan kepuasan kepada konsumen dan berekspresi layaknya manusia terhadap manusia.

Mengapa kita perlu memiliki orientasi sosial dalam berbisnis?

Karena kita sedang berinteraksi dengan manusia, kita tidak sedang memerah susu dari sapi, yang diberikan makan lalu kita ambil susu mereka, padahal kita juga dituntut bersikap baik dalam berbisnis ketika menggunakan sumber daya hewani atau pun alam.

Karena adanya interaksi, maka akan terjadi sebuah dampak, yaitu berupa kepuasan pelanggan atau kekecewaan pelanggan, keduanya bergantung kepada tindakan yang kita berikan kepada mereka?

Lalu apa hubungan orientasi bisnis dengan kualitas produk?

Seperti yang kita ketahui bersama, produk adalah output yang kita hasilkan dari proses produksi, entah itu berupa jasa maupun barang, produk juga menjadikan kita sebagai penjual, produsen, pembisnis, atau pun pedagang, sehingga kita dapat melakukan aktivitas jual-beli dengan konsumen.

Konsumen menilai proses bisnis kita melalui aktivitas jual-beli produk kita, apa yang kita jajakan bisa saja menjadi baik atau buruk untuk pertumbuhan bisnis, maka perlu kita untuk menjaga kualitas produk dengan baik.

Kita dapat melihat berbagai perusahaan besar menawarkan service dan barang dengan kualitas tinggi dan juga menjaga agar setiap pembelian dijamin kualitasnya, ini untuk memuaskan pelanggan tidak kabur. Pada tahap permulaan bisnis hingga pengembangan bisnis, sebenarnya adalah waktu yang tepat untuk memperhatikan kualitas produk.

lalu bagaimana kita bisa memiliki penjagaan kualitas produk pada bisnis kecil dan berkembang?

Menjaga Kualitas Produk Pada Bisnis Menengah Ke Bawah

Membuat Rangkaian Prosedur (SOP)

SOP atau yang sering kita kenal dengan standard operating procedure adalah sebuah kumpulan langkah wajib dalam menghasilkan produk, pelayanan, penyajian, dan berbagai macam kegiatan yang ada pada bidang bisnis.

Selain dapat membantu kita agar produk yang kita berikan sama persis dari segi kualitas, tetapi juga membantu kita untuk melakukan sharing knowledge atau membagikan pengetahuan, agar ketika kita memiliki karyawan baru, kita dapat mengajarkannya secara tepat dan tidak perlu waktu lama untuk mereka beradaptasi dengan lingkungan bisnis kita

Pada tingkat terkecil, seperti warung makan sebenarnya sudah bisa diterapkan, seperti dalam proses penyajian dan pelayanan.

Memastikan Bahan Baku

Selanjutnya, kita akan tau ketika sudah berkecimpung lama di dalam dunia bisnis bahwa bahan baku dapat mempengaruhi kualitas produk, masalah bahan baku bisa mengakibatkan kesalahan fatal juga dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Yang terjadi pada awal permulaan bisnis yang mulai berkembang, seringnya bahan baku dari satu sumber itu habis, melihat permasalahan tersebut, seharusnya kita memiliki cadangan sumber bahan baku terorganisir dengan baik, menyarankan kepada anda untuk memiliki 3 sumber bahan baku yang memiliki kualitas hampir sama pada permulaan.

Sebagai contoh, anda berbisnis pada warung makan, anda perlu menemukan produsen bahan baku seperti ayam, ikan, sayur-sayuran, dan bumbu dari 3 sumber, dan mengalokasikan 50% pada setiap 2 sumber produsen agar lebih mudah dalam mengelola stok/atau bahan baku.

Beberapa perusahaan besar malah mengalokasikan 100% sumber bahan baku dari 1 produsen, karena ingin benar-benar menjamin kualitasnya, pada 2018 lalu, KFC menjadi sorotan di Inggris karena berhenti beroperasi lantaran ayam yang di pasok tidak bisa memenuhi gerai-gerai di sana.

Mengerti Persepsi Pelanggan

Karena ini bersangkutan dengan pelanggan, kita perlu menanyakan kepada pelanggan bagaimana kualitas produk kita, sehingga kita dapat menemukan titik temu persepsi kualitas produk kita di mata kita sebagai pembisnis dan konsumen yang menikmati produk kita.

Sebaiknya kita mananya kepada pelanggan dengan detail, agar kita dapat melihat gambaran lengkap produk yang kita berikan kepada mereka, tanya dengan sopan dan ramah, serta kalau bisa diberikan bonus produk agar mereka merasa dihargai saat menjawab pertanyaan dari kita.

Persepsi pelanggan ini yang perlu dijadikan patokan hasil ketika kita membuat SOP di berbagai  bidang yang menyangkut dengan konsumen, seperti costumer care (narahubung) bisnis, pelayanan karyawan kita, kondisi produk, dan hal lainnya.

Seperti kata orang “menjaga lebih baik dari pada sudah kejadian” atau “mencegah lebih baik dari pada mengobati”, ungkapan tersebut juga cocok bagi kita sebagai pembisnis, kita lebih baik menjaga dari pada mengobati karena biayanya akan lebih besar dari pada menjaga.

Kita akan dihadapkan dengan biaya promosi, seperti periklanan, diskon, dan promo, di samping itu banyak waktu juga yang kita korbankan untuk mendapatkan hasil seperti sedia kala. cobisnis.com

Related Post

Bantu Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *