Cara Menasehati Karyawan Bermasalah Dengan Baik

cara menasehati karyawan

Cara Menasehati Karyawan

Dalam dunia kerja, pasti ada saja karyawan yang bermasalah, mulai dari masalah kecil hingga besar, ketika ada masalah kecil, pada saat itulah waktu yang tepat bagi kita sebagai atasan untuk menegur atau menasehati mereka agar tidak berlanjut menjadi masalah yang besar.

Dalam banyak kasus, menasehati karyawan dengan cara yang salah dapat mengakibatkan masalah baru, seperti tidak enak hati, kesal, dendam, hingga berujung kepada hal-hal yang tidak diinginkan seperti konflik berkepanjangan, maka dari itu perlu sebuah cara yang benar agar nasihat kita diterima dengan baik oleh karyawan.

Bagaimana menasihati karyawan bermasalah dan sulit diatur dengan benar?

Jangan Mengintimidasi

Banyak sekali manajer dan atasan yang menasihati karyawan mereka yang bermasalah dengan mengintimidasi, mereka tidak sadar perlakun mereka itu mengintimidasi karyawan mereka sehingga ada reaksi yang terkadang tidak terduga oleh sang atas, seperti membalas dengan umpatan, perilaku yang kasar, dan perlakuan-perlakuan lain di luar perkiraan.

Intimidasi yang dilakukan sering kali tidak disadari, seperti mengacungkan jari ke depan muka sang karyawan, atau memasang muka garang untuk menakuti-nakuti, padahal inti dari kita menasihati itu untuk merubah perilaku atau perbuatan buruk mereka menjadi lebih baik, atau pesan yang kita berikan melalui nasehat dapat diterima dengan baik.

Namun, sulit jika para pimpinan atau atasan tidak mengintimidasi dari perilaku, karena secara struktrural dan kelembagaan atasan memiliki tingkat yang lebih tinggi, sehingga sikap intimidasi muncul karena tidak sengaja, maka dari itu mulai dari sekarang dan saat ini, perlu pengendalian emosi agar tidak melakukan intimidasi secara tidak sadar.

Sebagai contoh, sikap yang dipilih untuk menasihati bisa berupa menepuk punggung untuk mengartikan agar dia sadar, atau memijat agar menyadarkan karyawan tidak terbawa emosi dan berbagai sikap lainnya yang dapat memberikan rangsangan kasih sayang dan perhatian.

Menggunakan Diksi Kata Yang Santun

Ketika menasihati, perlu-lah kita sebagai atasan melihat setiap kata yang kita keluarkan, ini agar mencegah rasa sakit hati karyawan, pepatah mengatakan “mulutmu, harimaumu” itu benar adanya, karena banyak kasus membuktikan kata-kata yang tidak tepat dapat membuat sang pemberi nasihat terancam, hingga merenggang nyawa.

Hal seram seperti itu kan ingin kita hindari, salah satu cara agar kita menghindari kejadian yang tidak diinginkan karena dendam dan sakit hati, kita harus memilih kata yang tepat, kita perlu menjauh dari kata kotor dan kasar, dan juga kita perlu merangkai kata menjadi kalimat yang santun.

Disamping itu, penggunaan kata-kata yang santun juga dapat membuat nasehat kita diterima dengan baik oleh karyawan, sebagai contoh saja, karyawan akan merasa lebih dekat dengan atasannya ketika atasan peduli dan bersikap baik kepada mereka, salah satunya adalah dengan berbicara lemah dan lembut, namun tegas. Berbicara dengan lemah dan lembut namun tegas sangat abstrak, maka dari itu kami mencantumkan saran untuk menentukan diksi yang santun, agar kalimat yang dilontarkan oleh anda tersusun dengan baik.

Contohnya “andi, bekerja memang melelahkan, teman lain juga merasakan lelah, begitu pun saya, kerjaan yang tidak dikerjakan akan tetap disitu, tidak akan pergi meninggalkan kamu, hanya pilihan untuk kamu kerjakan atau kamu tunda”

Di dalam kalimat di atas tidak ada kata suruh, namun ada kalimat pilihan agar seorang yang telah dewasa dapat membuktikan kedewasaannya, sehingga nasehat anda tidak sia-sia dan menyakiti karyawan anda.

Menggunakan Kalimat Yang Menyadarkan Karena Dipikir sendiri

Seperti contoh di atas, sebaiknya anda menggunakan kalimat-kalimat yang menyadarkan, namun, jangan menggunakan kalimat seperti “jangan malas!” atau “ayo bekerja!”, karena bisa dimaknai lain oleh para karyawan, telah disebutkan pada postingan kemarin, kata-kata seperti itu memiliki makna ganda di telinga para karyawan, silahkan lihat artikel lengkapnya “cara mudah mengatasi karyawan agar disiplin

Kembali lagi ke pembahasan, selain sebaiknya kita menggunakan kalimat yang menyadarkan, kita juga perlu membuat kalimat yang memiliki muatan logical thinking atau logika berfikir, sehingga para karyawan tidak merasa disudutkan di dalam kalimat-kalimat anda.

Secara tidak langsung, menasehati dengan cara memberikan nasehat yang menyadarkan karena dipikir sendiri oleh karyawan dapat menumbuhkan kepekaan mereka terhadap norma yang berjalan pada perusahaan tersebut, seperti ketika anda menegur atau menasehati tidak boleh malas, mereka akan berfikir bahwa kemalasan di tempat mereka bekerja adalah hal yang tabu, maka dari itu, anda tidak hanya menasehati satu orang, namun anda juga menasehati lingkungan.

Dengan adanya pengaruh yang berkelanjutan dari nasehat itu, anda diuntungkan untuk tidak mengeluarkan energi lebih untuk menasehati karyawan lain. Mengapa kita perlu menggunakan kalimat yang perlu dipikir oleh karyawan? Karena kita sedang memanusiakan karyawan kita, tidak hanya melontarkan perintah seperti kepada  budak, atau lebih parah menggunakan kata-kata pedas untuk memecut karyawan agar bekerja.

Memberikan Bukti Saat Menasehati

Selanjutnya, hal yang perlu anda lakukan setelah menggunakan kata-kata , anda perlu menguatkan pengaruh dari kata-kata tersebut dengan menggunakan bukti, hal yang perlu  kita sadari adalah manusia lebih percaya ketika mereka sudah melihat dengan kepala mereka sendiri.

Lalu bagaimana memberikan bukti pada waktu kita menasehati karyawan? Memberikan bukti tidak berarti kita mencari kesalahan-kesalahan karyawan kita lalu kita pamerkan kepada mereka, tetapi yang dimaksud adalah dengan memberikan bukti bahwa kita sebagai atasan sudah melakukan apa yang kita ucapkan.

Contohnya adalah ketika kita menasehati karyawan kita tentang keterlambatan kita menasihati mereka saat siang, karena kita sendiri terlambat, atau kita menasehati karyawan bermasalah kita untuk tidak makan saat bekerja, tetapi kita sendiri masih saja makan saat kerja.

Sejatinya cara ke empat ini adalah salah satu kegelisahan yang sering dialami oleh para bawahan yang melihat atasan mereka tidak konsisten dengan ucapan mereka, dengan adanya tips ke empat ini, selain dapat mengukuhkan pengaruh ucapan anda, namun juga sebagai perbaikan mental kita sebagai atasan, menjadi atasan yang disegani karena hormat lebih baik dibandingkan menjadi atasan yang disegani karena mereka takut, karena sikap dan perkataan anda akan selalu dikenang oleh mereka sehingga kedudukan anda pun dapat ditopang dan dibantu oleh mereka.

Kesimpulan Menasehati Karyawan Bermasalah

Untuk artikel kali ini kami akan sudahi, di atas adalah cara mudah kita untuk menasehati karyawan yang sedang bermasalah dan sulit diatur, tips yang ditulis disajikan dengan mengambil sudut pandang karyawan yang dinasehati,  manusia yang memiliki alat berinteraksi berupa komunikasi verbal dan non-verbal, dan atasan yang seharusnya menjadi pemantik karyawannya.

Sedikit menambahkan, seharusnya kita melihat dengan seksama para motivator dan pendakwah bagaimana mereka menasihati orang, maka seharusnya seperti itu lah kita sebagai atasan saat menasehati karyawan kita yang sedang bermasalah, agar mereka sadar dan mengikuti apa yang kita inginkan.

Semoga artikel kali ini bermanfaat dan membantu dunia kerja anda, salam dari kami cobisnis.com

Related Post

Bantu Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *