Menghadapi Karyawan Yang Keras Kepala Itu Mudah!

Menghadapi Karyawan Yang Keras Kepala Dengan Mudah

menghadapi karyawan keras kepala

Konflik dalam dunia bisnis tidak hanya terjadi pada ranah eksternal, ranah internal pun mempunyai potensi lebih besar dibandingkan ranah eksternal, karena seringnya interaksi antar individu yang dinamis ditambah ego dan kepentingan di dalam organisasi (perusahaan) yang berbeda-beda.

Memiliki karyawan memiliki untung dan ruginya, terlebih jika karyawan tersebut adalah orang yang keras kepala, sikap keras kepala terkadang menjadi masalah yang serius dalam bisnis, walaupun dia adalah karyawan yang baik dalam kinerja namun jika sifat keras kepalanya terus-terusan kambuh akan memberikan dampak serius kepada lingkungan kerja.

Kali ini ingin sekali berbagi pengalaman tentang cara menghadapi karyawan yang memiliki sifat keras kepala dan susah diatur.

Cara ini terbilang mudah, asal anda punya rasa untuk memanusiakan karyawan, maksudnya adalah anda dapat mengerti bagaimana posisi mereka sehingga dapat mengambil hati setiap karyawan, bukan hanya yang keras kepala, hingga karyawan yang sulitnya minta ampun untuk diatur pun dapat dengan mudah mengikuti arahan anda.

Cara Menghadapi Karyawan yang keras kepala dan susah diatur

Memposisikan Diri Sebagai Pengayom dan Teladan

Hal yang paling sering dilupakan oleh para pemimpin mau pun manajer untuk membuat bawahan mereka menuruti kemauan dan arahan kita adalah karena kita tidak punya posisi yang berarti di mata mereka. Anda bisa melihat bagaimana sikap mereka memperlakukan anda, jika mereka hormat itu berarti anda sudah menjadi pengayom dan teladan bagi mereka.

Peduli Dengan Karyawannya

dengan anda mengetahui setiap keadaan karyawan anda, anda dapat membaca karakteristik dan pola pikir yang mereka utarakan melalui ucapan atau yang menjelma menjadi sikap (behavior)

Sikap peduli ini dimaksudkan agar kita sebagai pemimpin dapat mengambil hati sang karyawan yang keras kepala, mendengarkan penjelasan mereka, mengapa mereka sangat susah untuk diatur, mengapa mereka sangat sulit untuk diberi masukan, pahami setiap perkataan dan posisikan diri pada posisi dia.

Dengan mendengarkan alasan mereka tidak cukup, hal penting untuk memuluskan agar anda menjadi pemimpin yang dihormati di mata dia adalah dengan tidak memberikan label dan tidak menilai alasan mereka sebagai alasan yang salah. Contoh tanggapan yang benar adalah “iya, ada benarnya juga alasan kamu” atau variasi kalimat yang lain yang memberikan ekspresi kepedulian dan mendukung, ditambah dengan ekspresi wajah yang mendukung yaitu senang, jangan memberikan ekspresi wajah yang terlihat kesal.

Sebenarnya, yang dicari oleh karyawan yang sulit diatur dan keras kepala itu adalah penjelasan dan teman agar ide mereka dihargai, ketika anda dapat memberikan hal tersebut, maka anda dengan mudah memberikan masukan.

Selalu Memberikan Semangat Dalam Setiap Sikap

Setelah anda dapat memberikan pengaruh dengan sikap kepedulian anda, anda perlu memperkuat pengaruh tersebut, yaitu dengan memberikan semangat agar mereka sadar dan terdorong untuk bekerja, jadi percuma kalo kita sudah memberikan pengaruh tanpa ada tindakan lanjut supaya si karyawan tersebut bekerja lebih giat dan maksimal.

Jangan salah artikan memberi semangat dengan hanya ucapan “semangat ya!” itu adalah kalimat yang basi dan munafik menurut banyak karyawan, karena dalam benak karyawan ucapan semangat seperti itu diartikan menjadi “ayo kerja, biar saya dapat untung lebih banyak”, ini pengalaman pribadi pada saat bekerja di bawah orang, dan teman-teman mengartikan kata semangat yang diberikan atasan seperti itu.

Memberikan semangat dalam setiap sikap yang konkrit adalah memberikan teladan, pada umumnya karyawan yang keras kepala memiliki sikap skeptis dalam memandang segala hal, merasa setiap usaha yang mereka lakukan adalah yang terbaik, ketika anda selaku pimpinan memiliki kinerja di bawah mereka maka turun sudah penilaian dia terhadap anda, sehingga semangat mereka untuk bekerja pun turun.

Contoh: memberlakukan larangan telat namun anda selaku pimpinan malah telat, saya suka dengan karyawan yang keras kepala, karena disitu saya harus bersaing untuk menunjukan siapa yang kinerjanya lebih baik, di samping itu karyawan yang keras kepala ketika sudah menganggap kita sebagai pemimpin yang baik, dia akan mempertahankan penilaian itu, sehingga mudah menjadi loyalis kita.

Belajar Bersama Bukan Menggurui

Seperti yang sudah diutarakan sebelumnya, sikap karyawan yang keras kepala itu, ingin dinilai sebagai yang terbaik, dia ingin cara dia dianggap yang paling baik, dalam hal itu sikap pemimpin yang mengayomi harus hadir, seperti saat memberikan penjelasan kita perlu mendengarkan mereka, kita belajar bersama-sama dalam pola komunikasi.

Tidak menyikapi perilaku mereka dengan menggurui dan merasa kita yang paling tahu, alhasil nanti bukannya mau diberi arahan malah minta keluar, kalo karyawan tersebut memang tidak memiliki skill yang mumpuni, mungkin kita akan biasa saja, namun jika karyawan tersebut memiliki skill dan kinerja yang baik itu akan menjadi dilema bagi kita.

Memberikan Apresiasi

Jangan lupa untuk memberikan apresiasi, terkadang seseorang berubah menjadi keras kepala karena mereka tidak dihargai, karena ide-ide mereka yang mereka utarakan tidak pernah mendapatkan respon positif sehingga mereka menjadi acuh dalam bekerja.

Pada beberapa kasus, karena masalah minim apresiasi, mereka hanya ingin bekerja sesuai rutinitas saja, seperti misal karyawan yang keras kepala ini adalah bawahan anda yang biasanya hanya mengetik, karena suatu kejadian yang membuat dia sakit hati, ketika anda arahkan dia kepada suatu hal pekerjaan yang lain, dia menolak dan tidak peduli dengan pekerjaan sekitar, dan hingga sampai berhenti atau keluar hanya ingin melakukan hal tersebut (mengetik).

Maka dari itu, sebagai pemimpin usahakan untuk mengapresiasi setiap usaha, terkhusus orang yang keras kepala sehingga mereka juga dapat terbuka dan mau mengikuti apa yang kita inginkan nantinya.

Berbicara Sesuai Konteks Situasi

Hal sepele lain, mengapa kita tidak dapat masuk ke dalam individu-individu yang keras kepala adalah karena kita tidak mengerti akan keputusan yang tepat dalam berbicara, dalam beberapa kasus ada juga pemimpin yang hanya menyuruh-nyuruh karyawannya hingga dia tidak bisa mencair dan masuk ke dalam lingkaran para karyawan.

Kita memerlukan emosi manusia juga dalam bekerja, seperti bercanda, ceria, dan tawa dalam bekerja, berbicara dengan menggunakan lolucon (joke) pada beberapa kondisi yang memungkinkan membuat para karyawan tidak merasa jauh dengan kita, karyawan yang keras kepala pun dapat merasakan efek tersebut.

Dengan adanya anda sebagai sosok yang disukai oleh semua karyawan kecuali dia karena sikap keras kepalanya, disitulah akan ada pilihan untuk ikut terpengaruh oleh anda atau dia menjadi common enemy satu kantor, pilihan kedua adalah pilihan yang sulit, dan pilihan pertama adalah pilihan yang banyak diambil oleh para karyawan yang sulit diatur dan keras kepala.

Mengambil Hati

Kalo mengambil hati karyawan yang keras kepala itu mudah, mengambil hati karyawan yang keras kepala ini tergantung dari jenis kelaminnya, ini serius, karena berbeda gender berbeda pula cara mengatasinya.

Kalo laki-laki, lebih banyak diajak ngobrol, apalagi kalo masih muda bisa diajak nongkrong dan banyak eksplorasi kegemaran karyawan tersebut, apa yang disukai, hobi apa yang sering dia lakukan, dan bagaimana pemikirannya.

Kalo perempuan, itu diajak ngobrol tapi kepada obrolan private, bukan bermaksud untuk mengambil hati dalam tanda kutip “cinta” tapi ngobrol ini lebih mengarah kepada curhat, kalo karyawan cewek itu sudah mau curhat dan mempercayai anda sebagai tempat curhat, dari situ anda sudah bisa mengambil hati dia, dengan mudah anda dapat memberikan arahan tanpa ada sekat, ini pengalaman pribadi, dan sekarang dia menjadi sahabat penulis.

“Karena yang keras itu butuh dibuat lunak agar mudah dibentuk” sebuah filosifi yang hampir sama dengan “kerasnya batu dapat dibelah dengan lembutnya air”, jadi melawan karyawan yang keras kepala dengan menjadi pribadi yang lembut.

Catatan Khusus

Saya ingin menggarisbawahi, bahwa karyawan yang keras kepala tidak sama dengan karyawan yang kurang ajar, maksudnya  karyawan yang keras kepala itu dalam melakukan diskusi dan bekerja si karyawan hanya memiliki pendirian sendiri, namun jika kurang ajar itu, karyawan yang tidak tau diuntung, menentang arahan dan perintah karena males dan ingin enaknya doang, jelas yang seperti itu tidak ada metode untuk membuat dia jadi karyawan yang nurut, kecuali dia merubah diri dia sendiri.

Demikian tips singkat menghadapi karyawan yang keras kepala dan sulit diatur, segala tulisan didasari dari pengalaman, semoga bermanfaat dan dapat menyelesaikan masalah anda dengan bawahan anda, salam cobisnis.com

Related Post

Bantu Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *