Menghadapi Fase Perkembangan Bisnis Dengan Kesabaran

Tidak Sabar dalam Berbisnis Membuat Anda Selalu Gagal

kesabaran dalam berbisnis

Saya ingin membagikan pengalaman pribadi saya ketika berbisnis, salah satu penghambat kesuksesan dalam berbisnis adalah ketidaksabaran, hambatan ini sepertinya dialami oleh hampir semua pembisnis.

Saya melihat kesabaran sebagai ujian pertama untuk para pembisnis, walau pun setelah lulus dari ujian kesabaran, masih ada ujian lain yang menanti kita, namun kali ini saya ingin memfokuskan pembahasan kepada masalah kesabaran untuk menghadapi fase berkembangnya bisnis.

Pertama, kesabaran adalah kunci segala aspek berkembangnya bisnis, sabar harus dapat diaplikasikan kepada semua aspek baru dapat berkembang bisnis anda, salah satunya adalah aspek pelayanan. Kita harus sabar dulu untuk melayani konsumen kita, hingga mereka mau membeli kembali produk kita karena pelayanan yang baik, dan menjadikan mereka sebagai pelanggan tetap kita.

Selanjutnya kesabaran dalam berbisnis membantu kita untuk tegar dan kuat untuk menghadapi masalah ke depannya, mengapa anda perlu bersabar? Karena sabar menjadi bekal nantinya jika masalah-masalah bisnis datang, seperti masalah karyawan, keuangan, dan konsumen, kita perlu kesabaran menghadapinya, sehingga muncul lah solusi-solusi yang tenang dan tidak bercampur emosi.

Semakin kita pandai dalam bersabar, semakin baik juga kita akan mengelola bisnis, saya telah mencoba berbisnis semenjak saya duduk di bangku SMA, sebagai contoh ketidaksabaran saya adalah pada waktu saya berbisnis kuliner, yaitu menjual nasi goreng. Waktu itu saya tidak sabar untuk mendapatkan keuntungan, hingga akhirnya saya capek karena tidak sesuai ekspektasi.

Meremehkan tentang kesabaran, di situ lah kita meremehkan kekuatan kita untuk bertahan pada persaingan bisnis, setelah bisnis kita mulai besar, akan ada arus persaingan yang lebih ganas lagi, tidak terkecuali, pada bisnis apa pun akan ada halangan yang semakin kuat.

Ketidaksabaran Yang Sering Muncul Saat Bisnis Mulai Berkembang

Ketidaksabaran dalam untung/rugi

Seperti pengalaman saya yang saya ceritakan di atas, pada kebanyakan pembisnis terutama yang menjalankan bisnis dari nol (0) tidak sabar dengan untung, jika melihat ke bisnis-bisnis besar saat ini, dulunya juga sama, mereka menghadapi masa permulaan, dimana sepi pembeli dan pengunjung, sehingga keuntungan yang didapat juga sedikit.

Untung dan rugi itu kan tergantung dari pembeli, semakin banyak pembeli maka semakin banyak juga pendapatan yang akan kita terima, seperti contoh kecil adalah temen-temen komunitas blogger saya, mereka yang terjun dalam dunia blogging sering kali menanyakan kenapa pendepatan mereka sangat kecil, padahal pendapatan blog tergantung dari jumlah pengunjung dan klik iklan, yang akhirnya satu-satu dari mereka mohon pamit meninggalkan dunia blogging.

Salah satu penyebab kita tidak sabar akan pendapatan yang diterima adalah karena orientasi kita cukup dangkal, yaitu uang, kalo orang-orang yang sudah sukses sekarang, motivasi mereka terus mengembangkan bisnis mereka biasanya adalah untuk memberikan manfaat lebih untuk masyarakat, jadi enggak Cuma uang di pikiran mereka tapi konsumen juga dipikirkan, itulah bedanya kalo udah pake orientasi uang.

Ketidaksabaran melayani

Tidak sabar melayani menjadi faktor krusial dimana ketika bisnis anda sudah mulai berkembang, sebagai contoh pada waktu itu pada bisnis kuliner yang sama, bisnis tersebut mulai berkembang, namun karena banyaknya order dan permintaan, ada beberapa pelanggan yang tidak terpenuhi, karena habis atau waktu menunggu pesanan yang lama.

Sering juga dulu menolak pesanan karena hanya ingin pulang dan istirahat di awal waktu, lama-lama pelanggan saya mulai menghilang, hingga akhirnya saya menyadari kalo saya telah membuat kesalahan yang tidak dirasakan, tapi secara perlahan membuat bisnis saya gagal.

Ketidaksabaran dengan rutinitas

Melakukan rutinitas bisnis biasanya membosankan, apalagi yang terpaksa untuk menjalankannya, namun ketika anda tidak sabar untuk terus menjalankan kegiatan tersebut dengan penuh ikhlas dan kesabaran, di situ akan timbul rasa malas.

Rasa malas ini yang paling parah (menurut saya) untuk para pembisnis, anda harus dapat menghindari rasa malas apa pun caranya, ketika badan ini sudah dipenuhi rasa malas, maka sebanyak apa pun, sehebat apa pun anda, dan potensial apa pun pasar anda, anda tidak akan pernah berhasil, percaya dengan pernyataan ini, jika anda tidak percaya saya menyarankan untuk mencobanya sendiri.

Mengapa di internet banyak sekali yang mencari kata kunci “bisnis tanpa modal” atau “bisnis modal kecil, untung besar” atau “bisnis online gratis” karena mereka sudah malas untuk bekerja, mereka mau instan, tanpa ingin melewati rutinitas yang penuh dengan hal-hal membosankan, mereka tidak mengerti kesabaran berjuang membesarkan usaha, yang mereka inginkan hanya uang yang masuk ke dalam kantong mereka.

Ketidaksabaran dalam terus berkembang

Selanjutnya adalah bersabar untuk mengembangkan bisnis, setiap tahapan dalam berbisnis memiliki lika-liku permasalahan yang perlu dibenahi, buah dari selesainya satu masalah adalah pengalaman untuk melewati permasalahan sama yang akan timbul di lain waktu.

Nah, dengan demikian kita dituntut untuk terus berkembang, dan mengembangkan usaha lebih wise (bijak), saya akan memberikan sebuah pengalaman dari teman saya yang gagal dalam berkembang, sudah lebih 5 tahun dia menekuni bisnis kuliner, dia menyamakan sistem 4 tahun yang lalu untuk diterapkan pada masa saat ini (2018) yaitu melemparkan segala tanggung jawab dia sebagai pemilik usaha untuk dihandle oleh karyawannya (bertindak bossy), namun hingga saat ini usahanya semakin mundur.

Karyawannya yang dulu mencapai 20 orang sekarang tinggal 7, karena dia tidak mau mengembangkan usahanya, di luar dia selalu berinovasi mencari menu baru, namun di dalam dia sedikit pun tidak tahu, bahwa perilakunya tidak memberikan contoh untuk membuat karyawannya semangat untuk bekerja.

Ketidaksabaran memberi nilai tambah

Salah satu cara kita memenangkan persaingan itu dengan memberikan nilai tambah pada produk kita dan nilai tambah tersebut yang membedakan produk kita dengan produk orang lain, sebagai contoh: saya punya langganan bubur ayam, yang membedakan bubur ayam bapak ini dengan yang lain adalah banyaknya bubur dan bumbu bubur yang pramsman, jadi saya gak khawatir mau nambah bumbu bubur, karena memang disediakan prasmanan.

Namun, ketika kita sadar bahwa nilai yang kita berikan memberikan keuntungan yang lebih sedikit dibanding usaha lain yang tidak memberikan nilai tambah, dan mendorong kita untuk tidak memberikan nilai tambah tersebut, maka semakin lama bisnis anda bisa saja ditinggalkan oleh pelanggan anda, karena mereka sudah tidak punya alasan kuat untuk beli produk anda.

Ketidaksabaran menjalin relasi

Ketidaksabaran lainnya yang membuat kita tidak maju bahkan ketinggalan dengan bisnis lain adalah tidak sabarnya kita dalam menjalin relasi, dalam bisnis kekuatan relasi sangat penting, saking pentingnya ada yang sampai membuat biro jasa penghubung dengan orang-orang besar.

Di bisnis kecil pun mencari relasi dan membangun jaringan sangat penting, saya ingin memberikan contoh kecil saja, dulu saya membeli beras dari warung A, namun tidak lama kemudian ada warung B yang berdiri tidak jauh dari warung A, karena saya sudah sangat sering dan terbiasa dengan warung A, saya acuh untuk mengenal dan mengerti warung B seperti apa, dan ternyata setelah saya tutup usaha, ternyata warung B memiliki beras yang lebih murah dibanding warung A.

Ketidaksabaran kita dalam menjalin relasi membuat kita tidak maju dan berkembang, maka dari itu menjalin relasi untuk bisnis sangat lah penting.

Kesimpulan Menghadapi Masa Perkembangan Bisnis

Setelah beberapa minggu ini tidak menulis panjang sebuah artikel akhirnya saya membuat artikel panjang lagi, masih seputar bisnis dan pengalaman saya berbisnis, semoga anda mengerti tentang kesabaran bagi kesuksesan bisnis, karena banyak sekali yang gagal dalam bisnis karena tidak sabar.

Penjelasan di atas ingin menggambarkan betapa faktor sabar dapat mempengaruhi kesuksesan, dan berkaca kepada orang-orang yang sudah sukses pada saat ini, mereka memiliki kesabaran yang besar dalam membesarkan usaha mereka, mendedikasikan waktu dan materinya untuk bisnis mereka.

saya ingin menekankan, bahwa “ketidaksabaran dalam mengelola bisnis seperti kanker yang siap untuk mematikan bisnis anda kapan saja” maka ketika kita sadar akan kanker tersebut, segera untuk diobati agar tidak jadi penyakit yang mematikan bagi bisnis kita.

Semoga artikel bisnis kali ini bermanfaat dan memberikan pencerahan, salam cobisnis.com

Related Post

Bantu Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *