Mengenal “Go-Public” pada Perusahaan

Go Public adalah

Pengertian Go Public

 

Go public adalah kegiatan perusahaan membuka peluang kepada masyarakat untuk berkontribusi dalam pendanaan perusahaan, kegiatan go public biasanya dilakukan pada pasar modal, dengan istilah-istilah sebagai berikut:

Broker: adalah penyambung trader (masyarakat yang melakukan pembelian pada pasar paham) untuk melakukan transaksi pada pasar modal.

Emiten: emiten adalah penerima dana dari pasar modal,  dalam artikel kali ini adalah perusahaan yang telah terdaftar pada pasar modal

Pasar modal: tempat melakukan transaksi jual-beli saham.

Investasi: investasi adalah kegiatan yang berkaitan dengan penanaman modal kepada perusahaan atau proyek untuk memperoleh keuntungan di kemudian hari. Kami menyediakan artikel khusus tentang investasi sebagai pengetahuan dasar untuk anda. Klik tautan Investasi

Go public pada saat ini menjadi opsi bagi perusahaan untuk menambah modal mereka, dengan tujuan untuk mengembangkan usaha, perusahaan baru pertama kali membuka status go publicnya akan melakukan IPO (initial public offering) atau dalam bahasa Indonesia disebut penawaran pertama kepada publik.

Saham-saham yang dijual pada saat pertama kali bisa dilakukan dengan cara fixed price offer (dengan menawarkan harga tetap) atau acution procedure (dengan cara dilelang), kedua cara boleh dilaksanakan dengan ketentuan-ketentuan dari pasar modal Indonesia.

Apa Tujuan Go Public?

  • Untuk mendapatkan modal tambahan untuk perusahaan
  • Untuk meningkatkan nilai perusahaan
  • Untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkontribusi pada perekonomian nasional
  • Untuk mendapatkan keuntungan dari hasil Investasi

Status Kepemilikan Perusahaan

Kepemilikan perusahaan tidak sepenuhnya dimiliki oleh orang yang membangun perusahaan tersebut (founders), namun kepemilikan perusahaan dibagi berdasarkan persentase modal yang ada pada perusahaan.

Dengan adanya kepemilikan yang dibagi, ada konsekuensi yang harus dilakukan antara lain adalah:

Keterbukaan keuangan perusahaan, perusahaan yang sudah memiliki status go public harus secara berkala melaporkan keuangannya kepada masyarakat sebagai usaha tanggung jawab karena memperoleh dana dari masyarakat.

Standar good governance company juga harus dipenuh oleh perusahaan guna memenuhi standar yang diberlakukan oleh pemerintah Indonesia, sebagai usaha melindungi masyarakat dari fraud (penipuan).

Dampak Go Public Pada Organisasi Perusahaan

Perusahaan yang ingin menjadikan status mereka go public harus memiliki organisasi yang berdasarkan standar dari pemerintahan Indonesia, dalam struktur organisasi pada perusahaan go public ada perbedaan pada bagian top level management atau manajemen tingkat atas perusahaan

Pada top level manajemen ada dewan komisaris yang memiliki tugas mengawasi kegiatan suatu perusahaan atau organisasi. Di luar negeri dewan komisaris disebut board of directors atau board of managers, board of regents, dan board of trustees.

Ada juga yang disebut sebagai komisaris independen yang mengawasi perusahaan dan status individu komisaris indipenden tersebut tidak ada dalam organisasi sebagai karyawan atau posisi formal yang bekerja pada perusahaan tersebut, sehingga tidak memiliki sangkut paut kepada kepemilikan saham.

Apakah Go public baik bagi perusahaan?

Melihat dari manfaat yang didapatkan dari status go public, tentu saja perusahaan secara umumnya akan mendapatkan  keuntungan yang sangat banyak, perusahaan akan mendapatkan modal tambahan yang banyak.

Dari permodalan yang banyak, tentunya akan memberikan peluang untuk perusahaan agar dapat mengembangkan perusahaan lebih baik lagi dari pada sebelumnya yang memiliki modal yang kecil, tidak hanya itu, branding perusahaan di mata masyarakat pun dinilai baik, karena pada tahap untuk membuka penjualan saham perusahaan diperlukan pemenuhan standar.

Namun, bagi pemilik perusahaan sebelumnya, sebetulnya memiliki resiko, mengapa status go public dapat beresiko untuk pemilik perusahaan(founder) ? Karena status kepemilikan dan kontrol yang dimiliki founders menjadi terbatas, contoh besar adalah saat Apple membuka saham pada bursa saham yang berakhir ditendangnya Steve Jobs sebagai pemiliki utama sebelumnya di perusahaan Apple.

Kesimpulan

Go Public dapat memberikan manfaat yang banyak untuk perusahaan dan masyarakat, tidak hanya itu perekonomian nasional dapat meningkat seiring pertumbuhan bisnis besar atau pun kecil, itu sejalan dengan teori dari Schumpeter yang mengatakan, pertumbuhan ekonomi dapat didorong melalui perkembangan bisnis.

Salah satu investasi yang memiliki resiko kecil dibandingkan investasi pada pasar uang adalah investasi yang dilakukan pada bursa efek, anda dapat membaca artikel dari kami tentang bitcoin dan melihat resiko dari bitcoin, walaupun pada beberapa kasus, perusahaan dapat mengalami pailit karena kalah dalam persaingan bisnis, namun regulasi Indonesia cukup kokoh untuk menjamin keuangan masyarakat.

Akhir kata, go public adalah pilihan yang logis untuk meningkatkan nilai perusahaan dan modal, manfaat lebih besar dari pada dampak buruk pada perusahaan.

cobisnis.com

Related Post

Bantu Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *