Cara Mudah Mengelola Karyawan Agar Disiplin!

mengelola karyawan disiplin

Mengelola Karyawan Agar Disiplin

Jengkel gak sih kalo karyawan kita itu sering telat, pulang sebelum jam pulang, atau istirahat melebihi jam yang telah ditentukan, pastinya itu akan membuat kita kesal dan jengkel.

Sudah berbagai cara kita lakukan, tetapi kita tidak bisa membenahi kebiasaan mereka yang buruk, bukannya tambah disiplin tapi ketika kita mencoba untuk membenahi ketidakdisiplinan mereka malahan semakin tidak disiplin, atau sehari-dua hari disiplin lalu besok-besoknya lagi tidak disiplin lagi.

Ada sebuah pemahaman yang kurang untuk membuat mereka disiplin, yaitu tentang strategi, dalam dunia manajerial, strategi sangatlah dibutuhkan untuk dapat mencapai target, mungkin kita dalam membuat tujuan besar sangat baik, namun dalam menyusun langkah strategis kita tidak baik.

Hal itu lah yang menyebabkan berbagai cara yang kita lakukan untuk membuat karyawan kita disiplin tidak berhasil, contohnya seperti ini, ketika anda ingin mendisiplinkan mereka, yang ada dalam pikiran hanya melakukan tips-tips umum, seperti memberlakukan punishment, namun tidak pernah menakar atau mengukur bagaimana cara punishment dijadikan sebuah kebiasaan, sehingga nantinya anda tidak perlu repot ketika ingin meninggalkan mereka.

Pada tulisan ini ingin sekali berbagi, bagaimana mendisiplinkan karyawan dengan mudah!.

Menjadi Teladan

Hal pertama agar membuat karyawan anda disiplin adalah menjadi teladan, keteladanan adalah langkah awal anda agar tujuan anda untuk mendisiplinkan mereka berhasil, pada masalah ini, keteladanan menjadi langkah awal karena hal itu yang dibutuhkan anda agar setiap instruksi dapat diterima dengan baik.

Seperti contohnya dalam memberlakukan disiplin pada jam kedatangan kerja, anda harus menjadi yang pertama datang, perhatian karyawan akan tertuju kepada sikap anda, mereka akan memiliki pikiran “atasan saya saja yang memiliki kesibukan lebih banyak dari pada saya bisa lebih baik dari pada saya, kenapa saya tidak bisa”, pada langkah awal ini kita ingin membangun persepsi yang benar tentang kedatangan waktu, atau berbagai hal lainnya yang perlu kita disiplinkan.

Selain dapat mengubah persepsi, sikap keteladanan juga dapat memicu iklim positif di dalam lingkungan kerja, adanya contoh yang dapat dijadikan refrensi, membuat mereka mudah memahami bagaimana mereka dapat disiplin. Saya pernah berhadapan dengan kasus sikap kepemimpinan dengan teladan dengan yang tidak, kepemimpinan yang teladan memberikan efek lebih lama dibandingkan kepemimpinan yang hanya menyuruh dan memaksa mereka menjadi disiplin.

Memberlakukan Aturan Tanpa Pandang Bulu

Hal mengganjal lain atau hal penghambat lain yang menjadikan karyawan anda tidak disiplin, karena adanya diskriminasi dan tidak meratanya peraturan, seperti peraturan diperuntukkan bawahan yang belum menjabat sebagai manajer dan bentuk diskriminasi yang mengenyampingkan kelompok-kelompok tertentu dalam lingkungan kerja.

Maka sikap seperti itu haruslah dihilangkan dari dunia kerja anda, anda harus bisa membuat peraturan disiplin untuk semua kalangan, termasuk anda sendiri, agar semua karyawan merasakan keadilan peraturan.

Kasus yang terjadi pada banyak perusahaan, karyawan tidak disiplin karena menyepelekan peraturan tersebut, karena peraturan tersebut tidak merata, ada beberapa pikiran seperti “dia saja tidak melakukannya, saya juga tidak apa-apa jika tidak melakukan hal tersebut” dan anggapan lainnya yang senada, jika ada satu karyawan yang mendapatkan ekskulisifitas (penecualian terhadap peraturan) maka disitu akan berkembang ketidakdisiplinan.

Jadi, sebagai pemimpin kita harus memastikan peraturan yang dibuat untuk mendisiplinkan karyawan berjalan dengan baik dan dijalankan semua orang.

Memberikan Reward dan Punishment

Untuk mengukuhkan kembali peran peraturan dan pengaruh anda agar karyawan disiplin, anda perlu memberikan tekanan sebuah punisment dan hadiah sebagai bentuk penghargaan kepada karyawan.

Reward dan punishment berguna untuk menumbuhkan rasa persaingan dan motivasi untuk menjadi yang terbaik di antara yang lain, rangsangan dengan menggunakan cara reward dan punishment cukup berhasil di berbagai perusahaan, anda dapat bandingkan perbedaan ketika memberlakukan reward dan punishment dengan yang tidak, akan ada iklim yang berbeda di antara mereka.

Dalam beberapa kasus, reward dan punishment juga dapat menurunkan hubungan antara karyawan, perlu juga anda perhitungkan agar reward dan punishment tidak menjadi alasan utama konflik di antara karyawan karena kecemburuan, bersikap adil di antara mereka dan figuritas dapat membantu anda agar tidak dipandang buruk dalam mendisiplinkan mereka.

Melakukan Pendekatan Personal Kepada Orang-Orang Yang Sulit Disiplin

Setelah diberlakukannya 3 cara di atas, hasilnya akan ada orang-orang yang memiliki resistensi terhadap kedisiplinan lebih tinggi dari pada yang lain, hal ini tidak boleh dibiarkan karena mereka seperti virus, jika tidak diobati segera maka akan menyebar ke yang lainnya, sehingga usaha mendisiplinkan semua karyawan tidak akan berlangsung lama.

Kita perlu melakukan cara yang soft terlebih dahulu, agar lebih manusiawi dan lebih beradab dalam mengimplementasikan keinginan dan tujuan kita, cara yang soft dan mudah serta tidak memakan biaya banyak adalah pendekatan personal kepada karyawan yang sangat sulit untuk disiplin.

Banyak hal yang dapat mengakibatkan mereka tidak disiplin, dari faktor ketidaksukaan, hingga hal-hal krusial dalam hidup mereka, seperti seorang karyawan telat masuk karena harus mengantar anaknya sekolah, atau telat masuk setelah istirahat karena solat, hal-hal demikian kan perlu toleransi, tidak harus memakai paksaan dan perintah agar disiplin, karena itu pendekatan personal perlu untuk mengetahui alasan mereka tidak disiplin sekaligus memberikan solusi.

Solusi yang ditawarkan kepada karyawan yang sulit untuk  disiplin dapat berupa, instruksi yang relevan, pengarahan, tips dan trik agar mereka dapat mengatasi masalah mereka, atau sebuah paksaan, ini semua tergantung dari kondisi masing-masing karyawan tersebut, yang penting dari cara ini adalah membangun komunikasi dua arah, sehingga anda dengan leluasa meneruskan cara yang terakhir.

Last Step: Memberikan Instruksi yang Memaksa untuk Semuanya, Disertai Pengawasan (Otoriter)

Sebagai atasan anda memiliki kendali penuh dalam memberikan arahan dan masukan kepada semua karyawan di bawah anda, maka dari itu, setelah kita melangkah kepada langkah-langkah sebelumnya, kita membangun pondasi hingga bangunan, namun lupa akan perawatan bangunan tersebut.

Instruksi yang memaksa digunakan sebagai langkah ultimatum bahwa anda tidak dapat menoleransi perbuatan indisipliner tanpa sebab dan kejelasan, di samping itu instruksi meneguhkan posisi anda sebagai pemimpin agar mereka taati dalam berbagai kondisi, selain mengajarkan kedisiplinan dalam lingkungan kerja, anda juga mengajarkan kepatuhan kepada putusan atasan.

Langkah ultimatum ini bertujuan untuk mengikis rasa “kejayaan” mereka dalam bekerja, atau mengikis rasa “tidak karuan atau seenaknya sendiri pada” diri karyawan,  dengan itu anda mengganti perasaan-perasaan tidak baik itu dengan perasaan tunduk dan patuh, namun ketika karyawan sudah menunjukan rasa patuh mereka, anda perlu memberikan sikap mengayomi agar mereka tidak memberontak kembali.

Anda perlu mencegah kejadian-kejadian yang tidak anda ingin kan seperti tidak beraturan lagi dan tidak disiplin para karyawan dengan membuat tim pemantau atau orang yang memantau mereka saat anda tidak ada disana, tujuannya agar menyadarkan mereka, bahwa disiplin tidak harus ada anda yang mengawasi tetapi karena kesadaran diri.

Setelah itu semua dijalankan kami yakin karyawan anda dapat disiplin permanen, dan perlu diingat, menjadikan mereka disiplin permanen seperti itu perlu waktu yang tidak singkat, mungkin anda perlu waktu 1-3 bulan agar semua berjalan sesuai rencana, agar karyawan dapat disiplin dan pekerjaan di kantor lebih baik lagi.

Terima kasih telah membaca artikel kami tentang cara menghadapi karyawan yang tidak disiplin, semoga bermanfaat dan dapat mengelola karyawan dengan baik, salam cobisnis.com

Related Post

Bantu Bagikan Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *