Kenapa Saya Males Kerja? Tips Melawan Kemalasan

malas kerja

Seperti yang sudah-sudah, kali ini penulis ingin berbagi pengalaman tentang males kerja, ya karena di samping saya berbisnis, pernah satu waktu saya merasakan kerja di bawah orang selama 6 bulan, dan rasa bekerja menjadi karyawan dan memiliki bisnis sendiri itu berbeda.

Lanjut ke judul lagi

kenapa saya males kerja? Dan bagaimana melawan kemalasan?

Motivasi

Penyebab anda males kerja itu pada umumnya adalah faktor motivasi, entah anda bekerja sebagai buruh di pabrik, karyawan kantoran, pekerja lepas, hingga bos pun, yang menyebabkan anda malas adalah karena motivasi.

Sepengalaman saya, motivasi itu menjadi inti kita mau bergerak atau tidak, selain itu motivasi juga mendorong kita untuk melakukan sesuatu, ibarat kata, seberat apa pun tugas yang ada, jika ada motivasi yang kuat semuanya selesai.

Capek Kerja

Selain motivasi penyebab lainnya adalah anda memang sedang capek, setelah berbulan-bulan atau berminggu-minggu anda bekerja, anda lupa akan satu kata di benak anda yaitu “refreshing” yang mengakibatkan anda malas bekerja, saya sudah pernah mengalami, mengisi ulang keceriaan dan jiwa dengan refreshing dapat membuat anda lebih bersemangat bekerja.

Saya juga pada waktu sudah capek, lembur, dan hidup seperti hanya untuk bekerja, saya biasanya akan mengajukan sedikit cuti kecil-kecilan, alasannya saya hanya untuk refreshing, mengapa alasan tersebut diperbolehkan, atasan saya menilai kinerja saya sangat baik, saya mengutarakan cuti sehari atau beberapa hari untuk refreshing itu diperbolehkan karena untuk menjaga kinerja saya, dan sebenarnya hal itu legal untuk dilakukan, anda dapat melihat peraturan pemerintah tentang waktu kerja, saya punya artikel khusus yang membahas itu.

Lingkungan Tidak Mendukung

Hal lain yang membuat anda tidak semangat dan malas kerja itu karena tempat kerja anda tidak nyaman, ketidaknyamanan anda dalam bekerja merespon otak untuk bekerja lebih lambat dan alhasil anda bekerja tidak maksimal dan tidak semangat.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa pemilihan layout kantor dapat mempengaruhi kinerja karyawan, gak percaya? Coba aja googling sekalian googling di google scholar biar makin komprehensif jawabannya (hehehe).

Tidak hanya layout yang menjadi faktor anda tidak nyaman, namun budaya organisasi, teman kerja, lingkungan kerja menjadi faktor yang dapat membuat anda malas kerja. Seperti kalo diperhatiin semangat kerja orang luar (Jepang) dengan kita itu jauh beda, mereka di kantor kalo kerja profesional, kalo kita sedikit-sedikit ngobrol atau bercanda, ngaku aja deh! Hehehe

Teman Kantor

Teman kantor yang nyebelin juga dapat menjadi faktor anda malas kerja, sedikit cerita pengalaman saya dulu, saya waktu itu punya teman, dia seorang wanita, bekerja sebagai front office, kami berdua sering ngobrol, dan suatu ketika teman saya ini tidak ingin kerja, saya tanya “kenapa gak mau kerja?” dia jawab “males” setelah tanya jawab yang begitu panjang, akhirnya saya tau, kalo dia itu kesel ama atasan kami, karena sering digodain dan diisengin, dari situ lah saya mencantumkan kenapa temen kerja bisa bikin kita males buat kerja.

Untuk yang disebabkan karena temen kerja, solusinya hanya dua, dia berubah atau anda berubah, kalo yang salah dia, sudah seharusnya dia berubah namun jika anda orangnya yang susah terbuka dan berbagai macam kendala yang ada pada diri anda, ya berarti anda harus berubah, mencoba beradaptasi dengan lingkungan, punya temen banyak itu asik, maka dari itu cobain deh untuk membuka diri, sehingga anda punya motivasi lebih kalo bekerja, yaitu mau ketemu temen-temen kantor atau temen kerjaan.

Gaji Sedikit

Gaji saya dikit, nah itu dia yang sering dialami banyak karyawan atau pekerja lainnya,” gaji kita dikit”, “Cuma sampe tanggal 5 aja”, sebenernya saya sedikit bingung penyebab kemalasan bekerja yang satu ini, karena kan berbeda-beda kondisi.

Kalo dilihat sebelum menerima tawaran kerjaan ada kontrak kerja yang disitu kita bisa menawar gaji kita, kalo gaji tidak sesuai dengan ekspektasi ditambah kerjaan yang sangat menumpuk, saya juga wajar akan malas, dan memilih keluar atau putus kontrak, karena tidak sesuai perjanjian, namun jika gaji dibayarkan sesuai dengan kontrak dan kerjaan sesuai kesepakatan, maka seharusnya kita semangat karena itu tanggung jawab.

Di samping itu penulis mengenyampingkan gaji karena ingin lebih ceria dan tidak memiliki beban, saya kira itu lah salah satu cara mengapa saya selalu semangat bekerja, hingga capek dan akhirnya minta cuti lagi hehehe.

Mungkin sebanyak itu yang dapat saya sampaikan dalam postingan kali ini, mungkin untuk artikel berikutnya akan berbicara tentang peran wanita atau tentang masalah bawahan atau bawahan, semoga artikel kali ini bermanfaat, tidak ada offsense terhadap salah satu pihak, hanya ingin membagikan pengalaman saya, salam cobisnis.com

Related Post

Bantu Bagikan Artikel
  • 3
    Shares
  • 3
    Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *