Kalau disuruh milih “ Nikah muda Vs Pacaran” pilih mana? (renungan untuk pemuda)

Jika disuruh memilih demikian mana yang akan dipilih? Mungkin ada yang memilih nikah muda ada juga yang memilih berpacaran, dalam tulisan ini tidak akan men-judge salah satu pendapat tetapi hanya memberikan pandangan yang patut untuk direnungkan oleh para pemuda.

Bukti cinta pasangan.

Mana yang lebih terbukti cinta seorang pasangan yang mengajak pacaran atau yang mengajak nikah muda, di dalam nikah ada komitmen yang dibangun di atas nama cinta, di dalam pacaran ada rasa memiliki tetapi tak ingin berkomitmen, jika anda adalah seorang wanita apa yang lebih kalian pilih, orang yang datang membawa komitmen sebagai bukti cinta mereka atau hanya orang yang datang membawa ungkapan “aku sayang kamu”?

Romantisme cinta

Di dalam kedua pilihan itu ada faktor romantisme cinta yang dipertimbangkan, sama seperti yang pertama lebih romantis pacaran atau nikah muda? Ketika pacaran kekasih membawa coklat, bunga atau hadiah yang sangat diinginkan pasangan dan mencari momen berdua dan mengungkapkan puisi-puisi cinta, ketika menikah muda, ada perjuangan berdua, menjalani hidup bersama, mencari jalan keluar setiap masalah kehidupan bersama dan ada ungkapan “romantisme terlihat ketika kita bersama dan tidak ada satu orang pun yang mengganggu” 
Romantisme yang didapat ketika pacaran rata-rata diperoleh dari uang yang diberikan uang tua, memberi kebahagiaan kepada orang lain dengan mendapatkan dari orang yang berlelah-lelahan, ketika menikah romantisme itu didapat alami dari berbagai masalah dan kebersamaan yang tidak dapat dihindari.

Kebenaran cinta.

Ini adalah pertimbangan terpenting, mana yang lebih benar cintanya? Yang menikah atau yang pacaran? Kalian pasti yakin menjawab yang sudah menikah, ada yang beranggapan jika menikah karena terpaksa dan sebab yang sangat mendesak untuk mereka menikah, berarti mereka tidak benar dalam memberikan cinta? Tidak juga, keterpaksaan mungkin terjadi di awal dan seterusnya mungkin tidak, tapi kebanyakan sebab keterpaksaan itu buntunya dari pacaran seperti hamil di luar nikah, coba dibalik lagi kenapa jika benar cinta tidak dinikahi saja? Kan itu bukti keseriusan.
Bukan hal yang mudah untuk menikah tapi menikah adalah satu cara untuk mebuktikan cinta kita kepada kekasih, bukti romantisme cinta, dan kebenaran cinta kita. Sebelum menutup coba dipikirkan kembali pilihan itu. “jika pacaran itu benar kenapa ada yang tidak setuju, kenapa orang tua, guru, nenek bahkan saudara tidak mengajarkan orang untuk pacaran?” 
Renungilah wahai pemuda!

Leave a Reply