Ini Alasan Kenapa Kisah Ini Menjadi Kisah Terbaik Dalam Al-quran! (Penting untuk Dibaca)

Apa kamu tahu, kisah apa yang dinobatkan sebagai kisah terbaik di dalam al-qur’an? mungkin sebagian sudah mengetahui dan sebagian belum, tapi untuk yang belum tahu, kami akan memberitahukannya.
Ya kisah nabi Yusuf lah yang terpilih sebagai kisah terbaik di dalam Al-quran, Allah memilih kisah nabi Yusuf sebagai kisah yang begitu indah dan terbaik, namun dalam surat yusuf itu sendiri Dia mengatakan dengan jelasnya bahwa kisah inspiratif ini lah yang patut menjadi kisah terbaik sepanjang zaman, bukan kisah nabi Muhammad SAW, nabi Isa AS, atau kisah nabi Musa AS yang bisa membelah lautan.
Allah berfirman: “Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahuinya. ” (QS. Yusuf: 3)
Sudah jelas dan tak terbantah jika memang ini adalah kisah terbaik dalam Al-Quran dan hingga akhir zaman akan selalu begitu karena Al-quran dijamin hingga akhir zaman tidak akan berubah sama sekali.
Namun apa alasan dinobatkannya kisah nabi Yusuf sebagai kisah yang terbaik?
  • pertama kisah yang penuh dengan hikmah dan isi.
Hikmah yang kita dapati di dalam surat Yusuf sangatlah banyak, mulai dalam hal siasat politik yang diberikan pada awal kisah, dimana saudara-saudara beliau sangat tidak senang dan memasukan beliau ke sumur hingga bagaimana membalas politik mereka dengan cara yang penuh hikmah, lalu dipertengahannya dipenuhi dengan perjalanan sang nabi yang mulai melangkah menjadi orang yang berpengaruh untuk berdakwah mensyiarkan islam, lalu di akhir kisah ada happy ending yang sangat indah.
Namun dari itu semua masih banyak lagi hikmah-hikmah yang dapat dipetik dari kisah tersebut yang belum terjamah oleh pengamatan manusia hingga saat ini.
  • dipenuhi keajaiban yang masuk akal.
 Kebanyakan kisah yang ada seperti kisah nabi Musa menggambarkan mukjizat yang dia dapatkan sangat lah sulit dipercaya dengan akal manusia pada zaman dahulu yang belum memiliki kemampuan dalam perhitungan matematika yang serumit sekarang, lalu seperti kisah nabi Isa yang dapat menghidupkan manusia yang sudah meninggalkan sebuah mukjizat yang jika kita melihat akan langsung percaya akan kenabian beliau, namun berbeda dengan kisah nabi yusuf yang dapat melihat mimpi dan ketampanan beliau.
Kisah nabi yusuf sangat bernalar dan berisi dengan adegan-adegan yang inspiratif yang disetiap detail peristiwa memiliki makna yang dalam untuk filosifi kehidupan kita sekarang ini, sebagai contohnya adalah filosofi menabung yang dikisahkan akan terjadi bencana setelah 7 tahun kesuburan dan seluruh rakyat mesir diperintahkan untuk menyimpan hasil bumi mereka.
  • dramatis dan sangat menguras emosi
Jika kita baca secara pelan dan mendalam dan mentadaburinya dengan seksama kita akan menemukan adegan-adegan yang sangat dramtis, dimana saudara sendiri tega membuang adiknya karena rasa iri ditambah lagi dengan kisah ketaatan beliau ketika diajak oleh Siti zulaikha untuk melakukan perbuatan yang dilarang Tuhan.
Namun ada sebuah kisah cinta yang layak menjadi pelajaran pada orang-orang zaman ini yaitu kisah cinta nabi Yusuf dan Siti zulaikha, dimana ketika nabi yusuf sebenarnya menaruh hati kepada Zulaikha dan diajak untuk berzina dia menolak karena alasan “sungguh aku takut kepada allah” , di dalam surat yusuf dikatakan bahwa sesungguhnya dia juga menginginkannya dan begitu juga sebaliknya namun nabi yusuf menolaknya karena tidak sesuai ketentuan Allah.
Di akhir ada yang berpendapat bahwa mereka berdua menikah dan yang lain mengatakan mereka tidak bertemu lagi namun ada doa sebagian orang muslim yang berdoa seperti ini yang menguatkan bahwa mereka bersama di akhir cerita.
“Ya Allah, satukan mereka berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dengan cinta-Mu, sebagaimana Engkau satukan antara Nabi Adam dan Hawa. Satukanlah keduanya sebagaimana Engkau satukan Nabi Yusuf dan Zulaikha, Nabi Muhammad dan Khadijah al-Kubro. Baikkanlah penyatuan keduanya di dunia dan akhirat, berikanlah rahmat dan ‘penyejuk mata’ kepada keduanya. Jadikanlah keduanya hamba-Mu yang bermanfaat terhadap agama-Mu dan kemaslahatan orang-orang yang beriman, berkat rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.”

 Wallahu A’lam

Leave a Reply